Cinta Bahasa Indonesia

Cinta Bahasa Indonesia

Selasa, 24 Maret 2009

AKU DAN KELUARGAKU

GEREJA KECILKU

19 tahun lamanya aku telah hidup di dalam gereja kecil ditengah-tengah keluarga yang sangat aku cintai bersama Ibu, Bapak dan Kakakku. Ibu dan Bapakku dipertemukan di Jakarta dan menikah pada tanggal 25 April 1986 di Gereja St. Theresia di Jumapolo.

Ibuku bernama Elisabeth Sri Wiyanti yaitu anak ke 5 dari 9 bersaudara yang lahir dan besar di Jumapolo. Sejak lulus SMEA Ibu merantau ke Jakarta dan tinggal bersama Tantenya. Ibuku orang baik dan sangat sabar, rasa sayangnya kepada keluarga ia tunjukan melalui perhatiannya kepada keluarga. Ibuku adalah wanita yang cukup terampil, beliau senang sekali menjahit dan tidak jarang aku dibuatkan baju olehnya. Sampai-sampai Ibu pernah mengambil kursus menjahit disamping kesibukannya bekerja disebuah perusahaan swasta di Jakarta. Ibu juga bisa merajut dengan benang wol, dulu sewaktu SD aku sering dibuatkan kunciran oleh Ibu dengan warna yang bervariasi. Tidak hanya itu saja, Ibu juga pandai dalam hal masak-memasak bukan membuat kue juga ahli. Itulah yang membuat Ibu menjadi wanita yang terhebat dimataku.

Kemudian Bapakku bernama Petrus Pieter Riberu adalah anak ke 5 dari 6 bersaudara yang lahir di Larantuka, Flores. Bapak mulai merantau sejak lulus SMA kepulau Jawa. Ia juga bekerja disebuah perusahaan swasta. Sosok orang yang baik dan tidak pernah mendidik buah hatinya dengan kekerasan. Bapak memiliki keahlian dalam seni ukir, dulu beliau sempat mengambil kursus mengukir di daerah Jepara, Jawa Timur. Keahliannya tersebut hanya dimanfaatkan untuk membuat hiasan ukir dirumah dan ada satu lemari besar dengan penuh ukiran yang dibuat dengan tangan Bapak sendiri. Hebatnya Dia.

Aku mempunyai satu saudara kandung yaitu kakakku bernama Yohanes Eka Prayudi. Dari kecil kami selalu bersama-sama tetapi kami tidak pernah akur. Karena kakakku adalah orang yang usil dan setiap hari pasti dia menjaili aku sampai aku kesal, kalau aku belum kesal dia tidak akan berhenti untuk menjaili aku. Sekarang dia masih kuliah semester 5 disalah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Eka begitu nama sapaannya waktu SMA mempunyai hobi jeprat-jepret dan bercita-cita menjadi fotografer hebat, setiap ada sesuatu yang dia kira menarik pasti dia segera mengambil kamera antiknya dan mulai deh menjepret.

Itulah keluargaku dengan segudang kehangatan, cinta dan kisah di dalamnya. Bagaimanapun aku bersyukur karena Tuhan sungguh baik, Dia memberikan Ibu, Bapak dan Kakak yang belum tentu dimiliki oleh orang lain.

I LOVE YOU MY FAMILY

Yogyakarta, 2 september 2008

Kamis, 19 Maret 2009

ceria semester 3

Dush Si Sikat Gigi

Pada suatu hari disebuah kost yang begitu tenang, terdapat seorang wanita bernama Bunga. Bunga kuliah di salah satu Universitas Swasta yang tidak jauh dari kostnya. hari ini sepulang kuliah Bunga mampir ke sebuah warung untuk membeli sebuah sikat gigi berwarna ungu. Sesampainya di kost ia menaruh tas dalam kamar dan mengambil sikat gigi yang baru dibelinya, kemudian menaruhnya didalam sebuah gayung berwarna ungu bersama dengan pasta gigi, sikat gigi, kotak sabun, dan botol shampo.

Bunga kembali kekamar untuk mengganti baju, tak berapa lama di dalam gayung itu terjadi percakapan antara sikat gigi baru dan sikat gigi lama “Hai, aku Well. pasti kamu sikat gigi baru yang akan menggantikan aku ya? nama kamu siapa?” Tanya Well kepada sikat gigi baru itu. “Aku Dush. Ia donk aku yang akan menggantikan posisimu disini!” jawab Dush dengan nada yang sombong. “Pasti kamu senang ya?” Tanya Well dengan nada yang sedih. “Ya ialah” jawab Dush. “Kenapa kamu senang?” Tanya Well yang semakin penasaran. Dush pun menjawab “Karena aku akan menggantikan posisi kamu disini! lihat saja dirimu yang berbeda sekali denganku. aku terlihat elegant, tubuhku seksi, bulu kepalaku yang tertata rapi dan dilindungi oleh helm yang bersih serta tubuhku ,masih terselimuti dengan rapi. Sedangkan kamu terlihat begitu kusam dan tidak menarik, bulu dikepalamu yang berantakan dan helm dikepalamu yang kotor…”. Dengan cepat Well memotong perkataan Dush “Yah, mungkin memang kamu patut bahagia, tapi lihat saja beberapa bulan lagi kamu akan menjadi seperti aku. kamu akan dipakai oleh Bunga setiap hari dari pagi, siang, sore hingga malam, kamu akan bekerja membantu Bunga membersihkan giginya, bulu-bulu dikepalamu akan diadu untuk menyelinap di rongga-rongga giginya, sehingga dirimu yang kau banggakan itu akan menjadi seperti aku kemudian dibungan ketempat sampah”.

Setelah percakapan itu, Bunga mengambil gayungnya untuk mengambil sikat gigi yang lama dan membuangnya ketempat sampah. Dengan nada yang mengejek Dush berkata pada Well “Temanku Well, jangan tinggalkan aku”. Setelah itu Well berpesan pada Dush untuk tidak sombong. Dush mulai ketakutan dengan apa yang telah dikatakan Well ia memikirkan bila ia digunakan oleh Bunga dan menjadi jelek.

Beberapa bulan kemudian. Bunga datang mendekati gayung dan menaruh sikat gigi baru lagi, Dush mulai cemas dan bertanya pada sikat gigi yang baru “Hai aku Dush. nama kamu siapa? Kamu pasti yang akan menggantikan posisi aku ya?” “Namaku Frank, ia aku yang akan menggantikan posisi kamu” jawab Frank. “Apa kamu tidak ingin membanggakan dirimu?” Tanya Dush kemudian. “Tidak. Untuk apa aku membanggakan diriku sendiri kalau nanti aku juga akan bernasip sama dengan kamu” jawab Frank.

Dush berkata pada Frank dan mulai menyadari perbuatannya “Yah, kamu memang benar. dulu aku begitu sombong pada Well dengan membanggakan diriku, tapi kini akupun mengalami apa yang dulu Well alami. dan aku sadar aku cukup senang membantu Bunga untuk membersihkkan giginya, bila Bunga tersenyum itu cukup membuat aku bahagia”

Tak lama Bunga pun menghampiri gayung ungunya dan mengambil Dush kemudian membuangnya ketempat sampah. Dush pun berteriak pada Frank dengan nada yang lantang “Frank terima kasih kamu telah membukakan hatiku, semoga kamu bisa membantu Bunga untuk tetap tersenyum. Well maafkan aku”

- ooooo -