Cinta Bahasa Indonesia

Cinta Bahasa Indonesia

Senin, 25 Agustus 2014

Teks Dewi Sri: Dewi Kesuburan

                 Dewi Sri atau Dewi Padi merupakan tokoh mytos dalam cerita rakyat Indonesia. Dewi Sri dianggap bisa mengendalikan bahan makanan di bumiterutama padi yang menjadi bahan makanan pokok sebagian masyarakat Indonesia. Cerita Dewi Sri ini dikenal sebagai mytosyaitu cerita yang berkaitan dengan kepercayaan.
            Dewi Sri dianggap sebagai dewi tertinggi dan dewi terpenting bagi masyarakat agraris, seperti di Indonesia. Sosok dewi ini diagungkan dan dimuliakan. Dalam cerita ini, Dewi Sri digambarkan sebagai putri kayanghan santun dan cantik yang menikah dengan seorang lelaki di bumi. Putri itu mempunyai sikap dan perilaku bertanggung jawab dan percaya diri. Ia selalu menyediakan makanan untuk keluarganya tanpa proses memasak. Namun, pada saat janji dilanggar oleh suaminya, Dewi Sri kembali ke kayanghan. Sejak saat itu, manusia harus menanam padi dan memasak untuk memenuhi kebutuhan makanan pokok.
            Cerita Dewi Sri atau Dewi Kayanghan ini di Jawa terdapat dalamJaka Tarub”, di Banten Sumur Tujuh”, di Bali cerita “Raja Pala”, di Nusa Tenggara Timur, “Tujuh Bidadari”, dan di Nusa Tenggara Barat ceritaEmbung Puntiq”. Cerita ini terdapat juga di Papua dengan judulPutri Bungsu dari Danau”. Cerita ini dimiliki juga oleh suku-suku lain di Indonesia. Sosok Dewi Sri sering dihubungkan dengan ular sawah dan burung sriti (walet). Ular sawah disucikan karena ular ini menjaga padi dan memangsa tikus yang menjadi hama tanaman padi.
   Mytos Dewi Sri ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam pelestarian lingkunganDalam ritual adatmasyarakat memohon perlindungan dari penguasa alam.

PERTANYAAN

1.Tentukanlah struktur setiap paragraf!
2.Tentukanlah kata sifat!
3.Tentukanlah kata kerja dalam teks tersebut!
4.Tentukanlah kata konjungsi!
5.Ubahlah kata tidak baku menjadi kata baku!



    

Selasa, 15 April 2014

INOVASI : PUISI BERANTAI KELAS 7A

Yuk kita buat puisi berantai!
Caranya:
1) Perhatikan gambar yang disediakan.
2) Perhatikan judul dan makna yang telah disediakan!
3) Bacalah setiap komentar yang sudah diberikan temanmu!
4) Tuliskan satu larik puisi yang berhubungan dengan judul, makna, dan komentar sebelumnya!


KEBERHASILAN

Ku menapaki perjalanan hidup
..........


NB: TULISKAN NOMOR ABSEN DI LIRIK YANG KAMU BUAT

INOVASI : PUISI BERANTAI KELAS 7B

Yuk kita buat puisi berantai!
Caranya:
1) Perhatikan gambar yang disediakan.
2) Perhatikan judul dan makna yang telah disediakan!
3) Bacalah setiap komentar yang sudah diberikan temanmu!
4) Tuliskan satu larik puisi yang berhubungan dengan judul, makna, dan komentar sebelumnya!


KEBERHASILAN

Ku menapaki perjalanan hidup
..........


NB: TULISKAN NOMOR ABSEN DI LIRIK YANG KAMU BUAT

INOVASI : PUISI BERANTAI KELAS 7C

Yuk kita buat puisi berantai!
Caranya:
1) Perhatikan gambar yang disediakan.
2) Perhatikan judul dan makna yang telah disediakan!
3) Bacalah setiap komentar yang sudah diberikan temanmu!
4) Tuliskan satu larik puisi yang berhubungan dengan judul, makna, dan komentar sebelumnya!


KEBERHASILAN

Ku menapaki perjalanan hidup
..........


NB: TULISKAN NOMOR ABSEN DI LIRIK YANG KAMU BUAT

PUISI

Harapan Sebelah Tangan
Karya: Krisdianto Pangestu

Ribuan kelopak menatap matahari
Menunggu untuk berkembang, layu, kemudian mati
Tanpa berkedip, menantang hidup bersama

        Tak tahu malu, mereka tetap menengadah
        Meski harap musnah sudah

Ahh, di sana ada laut
Masih biru
Sementara kami berpaut
Menuju, dengan sembab pilu

        Memar ini belum berakhir
        Saat mereka masih mencibir
        Sesuatu tentang harap
        Kelak satu tangan, senyap

Bogor, April 2014

TUGAS: Menulis puisi yang berkenaan dengan keindahan alam


Buatlah sebuah puisi yang berkenaan dengan keindahan alam berdasarkan langkah-langkah berikut ini:
1) Pilihlah salah satu gambar di bawah ini:
     Gambar 1

    Gambar 2

    Gambar 3

2) Buatlah judul dan amanat yang akan dibentuk dalam puisi.

3) Tulislah puisi dengan menggunakan 5 MAJAS dan 5 PENCITRAAN!

4) Kerjakan di buku tugas atau buku PR!

5) Dikumpulkan hari Senin, 21 April 2014 saat mata pelajaran bahasa Indonesia!







Selasa, 03 Desember 2013

Surat Pribadi

Surat pribadi adalah surat yang berisi tentang masalah pribadi, dan ditujukan untuk orang lain.

Hal-hal yang harus ada dalam surat pribadi:
1.      Nama tujuan
2.      Tempat dan tanggal
3.      Salam pembuka dan unsur pembuka
4.      Unsur isi
5.      Unsur penutup dan salam penutup
6.      Pembuat surat dan tanda tangan

Hal-hal yang Harus Diperhatikan:
1.      Fungsional dalam struktur
2.      Sopan dalam bahasa
3.      Komunikatif



Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang biasa terdapat dalam surat pribadi, yaitu:

Hiperbola
     Gaya bahasa yang berupa ungkapan melebih-lebihkan apa yang sebenarnya dimaksudkan: jumlahnya, ukurannya, atau sifatnya.
- Kurus kering tiada daya kekurangan pangan. sebagai pengganti kelaparan
- Tabungannya berjuta-juta, emasnya berkilo-kilo, rumahnya berpuluh-puluh, sawahnya berhektar-hektar. sebagai pengganti dia orang kaya

Simile
            Perbandingan dua hal yang berlainan dan dianggap sama dengan mempergunakan kata-kata pembanding (seperti, laksana, bagaikan, ibarat, dan lain sebagainya).
- Walaupun kita hanya teman, tetapi kita bagai pinang dibelah dua.

Personifikasi
            Gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat insani kepada barang yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak.
-          Hujan deras semalam memandikan seluruh hutan di Puncak.

Litotes
            Gaya bahasa yang berupa pernyataan mengenai sesuatu dengan cara menyangkal atau mengingkari kebalikannya atau sebenarnya.
-          Taufik Hidayat bukanlah pemain jalanan.
-          Silakan, jika kebetulan lewat, Saudara mampir ke pondok saya.

Metafora
            Gaya bahasa perbandingan tanpa kata seperti, bagaikan, bak, umpama, atau laksana, di antara dua hal yang berbeda secara singkat dan padat.
-          Pemuda adalah tulang punggung negara.

-          Raja hutan mengaum dengan kerasnya sebagai pertanda bahwa dia adalah sang penguasa hutan. 

Pantun

Pengertian Pantun
Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan dan dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan.

Peran Pantun
Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata. Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

Ciri-Ciri Pantun
1.     Tiap bait terdiri atas 4 baris.
2.  Baris pertama dan kedua disebut sampiran, baris ketiga dan keempat disebut isi. Biasanya sampiran tidak berhubungan dengan isi.
3.    Setiap baris biasanya terdiri dari empat kata yang dibentuk dari 8-12 suku kata.
4.    Bersajak ab-ab

Berdasarkan isinya, pantun dibedakan menjadi :
1. Pantun anak-anak   
- pantun bersuka cita
Contoh:
Pergi ke pulau ada perunggu
Tiada tempat tiada tau
Bahagia telah lama menunggu
Akhirnya dapat yang aku mau
(kelas 7B)

       - pantun berduka cita
          Contoh:
Ayo kita bermain gundu
          Main gundu dirumah anda
          Aku menangis tersedu-sedu
          Sebab ayah telah tiada
          (kelas 7)
       - pantun jenaka
          Contoh:
Raja hutan singa namanya
          Sudah tua jadi keriput
          Benar-benar lucu rupanya
          Melihat harimau dikejar siput
          (kelas 7B)

2. Pantun anak muda
a.  Pantun nasib atau pantun dagang
          Contoh:
Kalau begini rambai padiku
Dipukul rebut gugur buahnya
Kalau begini sangsai hatiku
Jatuh merana kesudahannya

b.  Pantun berhubungan, meliputi:
       - pantun berkenalan
          Contoh:
Pergi ke taman bersama kita
          Karena tidak punya uang saku
          Wahai kau bidadari Jakarta
          Apakah engkau mau mengenalku
       (kelas 7)

       - pantun berkasih-kasihan
          Contoh:
Pagi-pagi nabrak kamu
          Siang-siang nabrak Obama
          Aku sayang kepada kamu
          Aku cinta kamu selamanya
          (kelas 7C)

       - pantun perceraian
          Contoh:
Pucuk pauh delima batu
Anak sembilang ditapak tangan
Biar jauh dinegeri satu
Hilang dimata dihati jangan
       - pantun beriba hati
          Contoh:
Benang kusut di buat sumbu
jangan suka di buang-buang
Nasib hamba sebagai tebu
habis manis sepah di buang

3. Pantun orang tua
     pantun adat
     Contoh:
Pergi ke pasar membeli batik
     Ada batik mencolok mata
     Mari kita lestarikan batik
     Karena batik budaya kita
     (kelas 7C)

     pantun agama
     Contoh:
Saya sedang mau berkemah
     Di tengah-tengah hutan
     Saya bukan orang lemah
     Tetapi takut akan Tuhan
     (kelas 7C)

     pantun nasihat
          Contoh:
          Jalan-jalan keliling taman
Banyak sekali mawar putih
Janganlah membuang sampah sembarangan
          Agar lingkungan tetap bersih

         (kelas 7A)